Cara Menambal Dak Beton Retak dengan Hasil Lebih Kuat

menambal dak beton

Dak beton merupakan salah satu elemen penting dalam struktur bangunan, terutama pada rumah bertingkat, ruko, atau bangunan komersial. Selain berfungsi sebagai atap, dak beton juga menahan beban dan melindungi area di bawahnya dari panas serta hujan. Namun, seiring waktu, dak beton bisa mengalami retak. Jika dibiarkan, retakan ini dapat menjadi jalur masuk air dan memicu kebocoran serius. Karena itu, memahami cara menambal dak beton yang retak dengan benar menjadi langkah penting agar struktur tetap kuat dan tahan lama.

Mengapa Dak Beton Bisa Mengalami Retak?

Sebelum membahas cara perbaikannya, penting bagi kamu untuk memahami penyebab dak beton retak. Retakan pada dak beton umumnya terjadi akibat penyusutan beton saat proses pengeringan, perubahan suhu ekstrem, beban berlebih, atau kualitas campuran beton yang kurang optimal. Selain itu, proses pengecoran yang tidak tepat serta tidak adanya perawatan (curing) juga dapat mempercepat munculnya retakan halus hingga retakan struktural.

Dengan mengetahui penyebabnya, kamu bisa menentukan metode penambalan yang tepat dan mencegah kerusakan serupa di kemudian hari.

Baca juga: 4 Cara Memperbaiki Lantai Beton yang Retak

Jenis Retakan pada Dak Beton yang Perlu Diketahui

Setiap retakan memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda. Retak rambut biasanya berupa garis halus di permukaan dan sering muncul akibat penyusutan beton. Meski terlihat ringan, retak ini tetap berpotensi menyebabkan rembesan air. Sementara itu, retak lebar atau retak aktif umumnya disebabkan oleh pergerakan struktur atau beban berlebih dan membutuhkan penanganan yang lebih serius.

Dengan mengenali jenis retakan sejak awal, kamu dapat menentukan bahan tambal dan sistem perlindungan tambahan yang sesuai.

Persiapan Sebelum Menambal Dak Beton Retak

Tahap persiapan memegang peranan besar dalam keberhasilan penambalan. Dak beton harus dibersihkan terlebih dahulu dari debu, kotoran, lumut, dan sisa material rapuh di area retakan. Gunakan sikat kawat atau alat pembersih agar permukaan benar-benar bersih dan terbuka.

Setelah itu, pastikan area dak dalam kondisi kering. Permukaan yang bersih dan kering akan membantu material tambalan menempel lebih maksimal dan menghasilkan ikatan yang kuat.

Cara Menambal Dak Beton yang Retak dengan Benar

Setelah persiapan selesai, kamu bisa mulai proses penambalan. Untuk retakan kecil hingga sedang, gunakan mortar perbaikan beton yang diformulasikan khusus agar memiliki daya rekat tinggi dan tahan terhadap cuaca. Contohnya seperti MU-800 FixGrout. Aplikasikan mortar ke dalam retakan menggunakan kape atau alat bantu lain, lalu tekan hingga material benar-benar mengisi celah retakan.

Pastikan permukaan diratakan agar tidak ada rongga udara yang tersisa. Setelah aplikasi, biarkan material mengering sesuai waktu yang dianjurkan. Proses ini penting untuk memastikan hasil tambalan menyatu dengan beton lama dan tidak mudah terlepas.

Pentingnya Perlindungan Tambahan agar Dak Lebih Tahan Lama

Menambal retakan saja sering kali belum cukup, terutama untuk dak beton yang langsung terpapar panas matahari dan hujan. Tanpa perlindungan tambahan, risiko retak ulang dan kebocoran tetap tinggi. Oleh karena itu, setelah proses penambalan selesai, kamu sangat disarankan untuk menambahkan lapisan pelindung.

Salah satu solusi yang efektif adalah menggunakan mortar eksterior yang dirancang khusus untuk area eksterior. Pelapis ini berfungsi sebagai lapisan proteksi tambahan yang fleksibel dan mampu mengikuti pergerakan kecil pada beton, sehingga mencegah air meresap melalui pori-pori atau retakan mikro.

Kamu bisa menemukan berbagai pilihan mortar pelapis anti bocor untuk area eksterior dari Mortar Utama.

Cara Aplikasi Pelapis Anti Bocor pada Dak Beton

Setelah permukaan dak bersih dan tambalan benar-benar kering, pelapis anti bocor dapat diaplikasikan secara merata menggunakan kuas, roller, atau alat semprot sesuai kebutuhan. Pastikan seluruh permukaan dak, terutama area bekas retakan, tertutup sempurna.

Aplikasi biasanya dilakukan dalam beberapa lapisan agar perlindungan lebih optimal. Dengan sistem ini, dak beton tidak hanya tertambal, tetapi juga terlindungi dari risiko bocor dalam jangka panjang.

Baca juga: Tembok Industrial: Gaya Kekinian untuk Rumah Minimalis

Kesalahan Umum Saat Menambal Dak Beton Retak

Banyak orang menambal dak beton tanpa persiapan yang memadai, seperti tidak membersihkan retakan atau menggunakan material yang tidak sesuai. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah melewatkan tahap pelapisan anti bocor, sehingga retakan mudah muncul kembali.

Dengan mengikuti langkah yang tepat dan menggunakan produk yang sesuai, kamu bisa menghindari pemborosan biaya perbaikan berulang di kemudian hari.

Solusi Dak Beton Lebih Kuat dan Tahan Bocor Bersama Mortar Utama

Menambal dak beton yang retak tidak boleh dilakukan sembarangan. Mulai dari identifikasi retakan, persiapan permukaan, penggunaan mortar perbaikan, hingga penambahan produk mortar eksterior, semuanya harus dilakukan secara menyeluruh. Dengan solusi dari Mortar Utama, kamu bisa mendapatkan hasil perbaikan dak beton yang lebih kuat, lebih awet, dan terlindungi dari risiko kebocoran.

Jika kamu ingin hasil maksimal untuk area eksterior, pastikan menggunakan produk pelapis anti bocor dari Mortar Utama agar dak beton tetap aman dan tahan lama dalam berbagai kondisi cuaca. Hubungi kami sekarang juga!

Share artikel ini:

Facebook
Twitter
LinkedIn
No tags found for this post.

Mortar Utama

PT Cipta Mortar Utama merupakan pelopor dan perusahaan nasional yang memproduksi mortar siap pakai menggunakan teknologi modern. Komitmen kami tidak hanya terbatas pada kualitas produk, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

Inspirasi Lainnya